Advertisement

Selasa, 17 Oktober 2017

tugas permodelan grafik tentang budaya

DESAIN PERMODELAN GRAFIK
BIDANG BUDAYA

Imajinasinya yang berkeliaran telah menuntun logikanya untuk menghasilkan sebuah karya yang luar biasa. Menganut prinsip ‘independen’, seniman ini berani merampungkan loncatan karya yang berkutat pada masalah sosial manusia. Ia berusaha menampilkan egonya dalam 4 karakter utama, yaitu karakter perempuan yang seksi, tomboy, berjilbab serta seorang karakter laki-laki dalam goresan kanvasnya. Tanpa sekalipun mengenyam nikmatnya belajar seni di akademi seni rupa, ia pun berani bersaing dalam jajaran seniman muda berbakat yang menghidangkan sebuah warna baru.

Ya, perupa Pop Art ini sangat pandai mewujudkan lukisan dalam permainan warna yang berani dengan berbagai kode uniknya yang selalu membuat penasaran para penikmat seni. Tak heran jika ia pernah raih award karena masuk dalam lima besar pelukis terbaik di Tokyo, Jepang. Siapa sih dia?

Erza Q-Pop (Erza Budi Faisal)

Panggil saja Erza, seorang pria muda asal Jogja yang menambatkan hidupnya pada seni dengan berbagai goresan imajinasinya di kanvas. Berasal dari keluarga yang juga berdarah seni, ia mulai menampakkan taringnya sejak umur 3 tahun. Berbagai perlombaan lukis sering diikutinya, mulai dari tingkat provinsi hingga internasional. Beberapa penghargaan yang diraihnya di masa itu membuatnya menjadi sesosok anak mahal dalam jajaran seniman cilik. Tak heran jika saat masih TK ia pun sering diundang oleh Keraton Jogja untuk melukis di sana.

Nama Q-Pop sendiri ia dapatkan dari seorang kurator yang artinya Queen of Pop. Mengandung sebuah makna bahwa ia ingin menghentikan aliran pop dalam seni lukis yang terkesan kaku dengan teknik lain yang lebih fresh, dinamis dan sesuai dengan perubahan zaman.

Beranjak dewasa, anak muda yang lahir tanggal 12 Oktober 1989 ini mulai konsen dengan sekolahnya dan hampir tak ada waktu untuk melukis. Tak ingin terlalu lama berdiam, ia mulai beraktivitas berkesenian kembali mulai tahun 2008. Keinginannya yang begitu besar untuk mengadakan pameran tunggal membuatnya harus meninggalkan kuliahnya di jurusan seni rupa Universitas Negeri Yogyakarta (UNY) pada akhir 2010.

e2f61ed0-b2a3-4631-9bca-00a60c4d099a-5764d2adaf7a613a052c5944.jpg
e2f61ed0-b2a3-4631-9bca-00a60c4d099a-5764d2adaf7a613a052c5944.jpg
Apakah langsung sukses? Tentu saja tidak. Ia pun telah mengalami jatuh bangun dalam perjalanan kariernya. Orang tuanya pada awalnya melarangnya untuk menjadi seniman yang identik dengan pergaulan ‘keras’. Jadi tak heran jika latar belakang pendidikannya yang bukan dari akademi seni rupa ini membuatnya agak kaku saat pertama kali menggoreskan cat di atas kanvas.

Bagaimana cara menggores? Bagaimana teknik melukis? Bagaimana menggunakan alat-alatnya? Sempat menjadi bebannya walaupun semua itu akhirnya tertutupi dengan cita-cita besarnya menjadi seorang seniman besar. Tak pelak latar belakangnya ini sering dijadikan alasan kuat oleh para sponsor seni untuk menolak karya-karyanya bahkan dihantam blacklist karena dirasa kurang mampu untuk menghasilkan lukisan bagus.

Tak lama setelah itu, Erza sukses menghasilkan karya apik dan diapresiasi banyak orang. Orang tuanya akhirnya luluh saat merasakan jiwa yang bersemangat pada lukisan-lukisan Erza yang bergenre Pop Art ini. Beberapa pameran, baik tunggal ataupun gabungan telah ia wujudkan demi menuruti hasrat seninya yang kian memuncak. Sebuah ide baru tercuat saat ia ingin berinovasi melalui karya-karyanya di masa depan. Kembali mencoba mengenyam pendidikan dan uniknya dia ambil jurusan Teknik Elektro di Universitas Muhammadiyah Yogyakarta (UMY), ia makin bangga dan percaya diri. Buat apa coba? Tentu saja, ia memiliki mimpi untuk menggabungkan karya seni lukisnya dengan elektro. Woww....

Konsep Lukisan Erza: Research Kehidupan Nyata

Lukisan Pop Art memang sungguh indah untuk dinikmati karena didalamnya tergores gaya gambar 2 dimensi dengan outline yang semakin mempertajam karakter. Warna-warna kontras tinggi sering menghiasai lukisan Pop Art, tak terkecuali milik Erza. Ia tahu benar bagaimana harus menumpahkan segala informasi dan ilmunya sebagai acuan untuk menghasilkan sebuah karya yang mampu ‘berbicara’.

Erza bukanlah perupa dadakan yang hanya ingin mengejar popularitas dan uang  ataupun menghasilkan karya hanya sekadar ‘kejar setoran’. “Saya selama ini masih berkutat pada penciptaan lukisan. Karakter yang saya ciptakan berdasarkan research saya terhadap dunia sosialita, keremajaan, dunia hura-hura yang selalu saya alihkan untuk menjadikannya hal yang positif....”, ungkapnya. Tak heran jika hasil-hasil lukisannya memang mengandung pesan istimewa yang menyiratkan fakta saat ini.

Alur penyelesaian karyanya tak hanya 1-2 hari saja namun harus melewati beberapa tahap, seperti menentukan tema utama lalu terjun langsung ke lapangan untuk lebih dekat dan mendalami karakter obyek. Ketika data sudah dirasa lengkap, barulah ia tumpahkan segala hasrat seninya itu ke dalam bentuk lukisan.

Gaya estetik dalam melihat masa depan adalah visi lukisannya. Semua nyata dan lekat dengan berbagai pesan sosial dalam kehidupan masyarakat sehari-hari. Jadi tak heran jika karya-karya Erza banyak diminati bahkan orang awam yang tak mengerti seni pun dapat menikmati karyanya yang luar biasa.

dsc02549-jpg-5764d2eb75977366059a295c.jpg
dsc02549-jpg-5764d2eb75977366059a295c.jpg
Mengapa Erza Q-Pop Berbeda?

Seniman muda yang telah puluhan kali menyelenggarakan pameran lukisan ini memang sangat pandai mengawinkan bakatnya dengan realita masyarakat yang memiliki keunikan tersendiri. Karya-karya seringkali tampak menarik, cantik dan penuh misteri. Ekspresi dari tokoh-tokoh yang diciptakannya tak luput dari sentuhan seni, budaya, pola hidup serta alur sosial.  

Erza memang memiliki keunikan tersendiri sehubungan dengan penciptaan karakter dari setiap karyanya. Selain jujur dan apa adanya, ada beberapa keunikan karyanya yang mendatangkan banyak kekaguman dari para penikmat seni :

Aliran Pop Art namun ‘Istimewa’
Tak dapat dipungkiri, karya-karya Erza adalah perpaduan dari daya kritis serta imajinasinya yang kreatif. Bisa dibilang bahwa karyanya bukan pop Art murni karena ia sengaja menggandeng unsur-unsur lain dalam setiap goresan. Tak sekadar menggoreskan warna primer dan kontemporer, lukisannya makin cantik dengan sematan seni batik dan teknik gradasi. Inilah istimewanya, ia berbeda dari perupa Por Art lainnya yang hanya menajamkan sisi warna dan karakter dalam lukisannya.

Di sini, Erza berusaha mengangkat warisan budaya bangsa, khususnya batik yang notabene berasal dari Jogja (kota kelahirannya) untuk menambah nilai dalam setiap karyanya. Dia pun kadang menorehkan aroma budaya lainnya, seperti bagian dari tokoh pewayangan atau pun kesenian tradisional lain yang bernilai tinggi. Jadi tak heran jika dalam berbagai kesempatan, penikmat seni dari luar negeri banyak yang mengapresiasi hasil karyanya, tak terkecuali Mr. Robinson dan istrinya, pemilik studio Rolling Stone 2nd di negaranya.

Menggores Batik Secara Natural
Saat ditanya motif batik seperti apa yang akan dia goreskan, dia pun menjawab semua serba natural tanpa direncanakan. “Motif Batik selalu mengalir begitu saja. Semua tanpa disengaja...” jujur Erza. Nah, untuk teknik membatik pada kenyataannya memang tak mudah dilakukan karena pelukis harus berkonsentrasi penuh. Erza mengungkapkan sebuah kiat yang tak lazim digunakan oleh para pelukis lainnya. Saat membatik, dia manfaatkan teknik berdzikir, yaitu menahan nafas selama beberapa detik. Bisa dilihat sendiri dalam lukisan-lukisannya, goresan batiknya sungguh unik dan bernilai karena memanfaatkan teknik dzikir tersebut. Luar biasa.

Wanita adalah Inspirasi Utama
Seniman muda ini sangat mengagumi karakter wanita sehingga tak heran jika dalam lukisannya seringkali tergambar sosok wanita yang unik. Ya, sosok wanita memang memberikan sumbangan imajinasi yang sangat besar bagi karya-karyanya. “Saya harus kenal dia, dekat dengan dia. Menjadi temannya atau tahu persis backgroundnya agar saya temukan karakter sebenarnya...” tegasnya.

dsc02540-jpg-5764d32364afbdac04e3fc36.jpg
dsc02540-jpg-5764d32364afbdac04e3fc36.jpg
Lalu, mengapa harus wanita? Karena menurutnya, sosok wanita memiliki banyak misteri yang bisa dikupas lebih banyak, misalnya fashionnya, gaya hidupnya, cara bicaranya, centil-centilnya, hobinya, kelucuan sesuai umurnya, keunikannya, kehidupan sosialnya dan sebagainya. Dia telah sukses menciptakan tiga karakter WANITA di lukisannya, yaitu wanita seksi, tomboy dan berjilbab.

Perihal lukisannya, ia juga sering menggambarkan karakter anak-anak. Jika disadari, anak-anak seringkali masih berpikir dan berperilaku secara murni dan penuh kepolosan. Disinilah Erza ingin menyematkan sebuah pesan hidup bagi kita yang dewasa. Kini pun ia sedang melakukan transisi dalam kehidupannya. Semakin matang kedewasaannya, ia mulai ingin menjadi dirinya sendiri. Mencoba menggali inspirasi dari hati dan pikirannya untuk karyanya di masa mendatang. Well, semoga semakin memperkaya hasil lukisan di masa mendatang ya, Erza....

Lukisan Haruslah Bercerita ‘Nyata’
Ia pun menuturkan bahwa semua karyanya terbentuk secara jujur dan nyata. Seperti yang telah dituliskan sebelumnya, semua harus melewati research panjang untuk menghasilkan sebuah karya yang bernilai tinggi. Di luar sana, ada banyak pelukis yang menghasilkan karya namun tak semuanya nyata.

Mereka seringkali berkarya karena settingan, yaitu melukis sesuatu karena sengaja dibuat dan secara teknis memang bisa dipelajari. Terkadang si perupa juga tak bisa menjawab ketika ditanya apa makna yang tersirat di balik lukisannya. Seakan tak ingin terjebak dalam kondisi sama, sejak berdiri sebagai seniman, ia sudah berprinsip bahwa setiap karyanya harus nyata sesuai dengan kondisi saat ini. “Saya bisa saja melukis sesuatu yang tak nyata. Tapi bagi saya, karya seperti itu sama saja tak ada nyawanya..” tutup Erza.    

Seniman Modern Asli Jogja
Erza sangat bangga menjadi seniman muda dimana ia dibesarkan di kota yang penuh dengan warisan budaya dan identik dengan pendidikan. Jogja, kota kelahirannya sekaligus kota dimana ia besar dengan karya-karyanya. Tak hanya dirinya, rupanya orang tua hingga garis ke atas nenek buyutnya semua juga berasal dari kota yang sama.
dsc02553-jpg-5764d887af7a6113052c5958.jpg
dsc02553-jpg-5764d887af7a6113052c5958.jpg
Inovasi & Dinamis: Langkah Pengembangan Karya Erza Q-Pop
Erza adalah seorang yang tak ingin memperlakukan karyanya secara statis atau tanpa mengalami progres yang lebih baik. Dia adalah perupa yang sangat dinamis, baik dalam hal pemikiran, imajinasi, teknik berkarya atau penembakan karyanya ke pasar. Terinspirasi dari karya banyak pelukis senior dunia, seperti Mark Ryden dan Takashi Murakami, ia pun memiliki mimpi besar untuk dapat meraih kesuksesan, minimal setara dengan mereka.

Tak ada yang tak mungkin di dunia jika mau memperjuangkan. Pilihan jurusan Teknik Elektro yang kini sedang dijalaninya ternyata membawa misi istimewa bagi pengembangan karya-karyanya. Sebuah mahakarya sedang dirancangnya dimana lukisannya akan dipadukan dengan teknik elektro hingga membentuk sebuah kemasan seni yang lebih indah (electro painting). Dalam imajinasinya, lukisan ini nantinya akan bisa bergerak, memiliki narasi dalam bentuk suara dengan visualisasi yang lebih menggoda mata sehingga pada akhirnya orang awam pun tahu apa makna dari lukisan tesebut tanpa harus berbicara padanya. Menumpahkan ide lukisannya ke dalam bentuk merchandise dan video art juga sudah masuk dalam list pengembangan karyanya. Kita tunggu saja, tahun depan mudah-mudahan terealisasi. 

Penikmat Karya Erza Q-Pop

Lebih membebaskan diri dalam berkarya, itulah prinsipnya saat ini. Pengalamannya yang telah lebih dari 20 kali mengadakan pameran, baik tunggal ataupun bersama dengan para seniman lainnya mengajarkannya untuk makin mematangkan segala potensi dan kreativitas. Di setiap event, dia berharap agar yang dapat menikmati hasilnya karyanya bukan hanya kolektor, seniman atau semua pihak yang terkait dengan seni. Namun masyarakat awam pun diharapkan dapat menikmati dan menangkap pesan dari setiap lukisannya. Ini pun sudah terealisasi dari setiap pameran yang ia selenggarakan. Ia mendatangkan orang-orang dari luar lingkup seni, seperti rekan kampus, tetangga desa, komunitas dsb karena ini merupakan kebanggaan tersendiri bagi dirinya.

“Saya lebih bahagia saat orang mengatakan bahwa lukisan saya ‘bagus’ ketimbang langsung terjual tanpa ada kesan apa-apa..” ungkapnya. Erza hanya menekankan bahwa setiap seniman orientasinya memanglah mendapat uang dari jerih payahnya. Tapi baginya, itu bukan selalu menjadi yang utama.

img-20160530-wa0058-5764d295347b61fe06fde77b.jpg
img-20160530-wa0058-5764d295347b61fe06fde77b.jpg
Sebuah karyanya yang memiliki nilai tinggi pernah ditawar dengan harga fantastis. Namun siapa sangka ia lebih pilih membakar lukisan tersebut hanya karena di dalamnya terlukis seorang sosok cantik yang kini tak lagi memberi energi positif bagi hidupnya, mantan istrinya.

Siapa saja peminat luksian Erza? Ada banyak. Beberapa kolektor selalu melirik lukisan-lukisannya yang unik. Ada pula masyarakat awam yang selalu siap ‘menyantap’ hasil kerja kerasnya dalam beberapa tahun terakhir. Ia mengatakan bahwa banyak customer-nya yang perempuan, baik masih belia ataupun sudah dewasa yang selalu mengagumi lukisan-lukisannya yang kadang tampak 'nyeleneh'. Semakin mengepakkan sayap, awal 2017 Erza Q-Pop akan mengadakan sebuah perhelatan besar untuk karya-karyanya dalam sebuah pameran tunggal yang akan dimeriahkan oleh lebih dari 60 komunitas mobil di Indonesia. Ribuan penikmat seni akan tumpah ke ruang karyanya yang unik, menggelitik dan penuh dengan pesan moral. Luar Biasa, semoga sukses ya Erza.

Penasaran dengan lukisan-lukisannya? Berikut adalah beberapa karya Erza Q-Pop:

img-20160618-wa0007-5764d338b393739212c79107.jpg
dsc02547-jpg-5764d4ab347b619907fde759.jpg
img-20160618-wa0014-5764d346af92731b0836cccc.jpg
img-20160618-wa0016-5764d354377b610d048b4572.jpg
img-20160618-wa0013-5764d37475977383059a2966.jpg
img-20160618-wa0008-5764d471d29273fb1e3d9fc2.jpg


Rabu, 09 November 2016

AFTER NEW MEDIA

Definisi New Media
New Media terdiri dari 2 kata yaitu New dan Media. New yang berarti Baru dan Media yang berarti Perantara. Jadi New Media merupakan Sarana perantara yang baru. Baru dalam arti disini dilihat dari segi waktu, manfaat, produksi, dan distribusinya. New Media juga dapat disebut sebuah istilah yang dimaksudkan untuk mencakup kemunculan digital, komputer, atau jaringan teknologi informasi dan komunikasi di akhir abad ke-20. Sebagian besar teknologi yang digambarkan sebagai “media baru” adalah digital, seringkali memiliki karakteristik dapat dimanipulasi, bersifat jaringan, padat, mampat, interaktif dan tidak memihak. Beberapa contoh New Media adalah Internet, website, komputer multimedia, permainan komputer, CD-ROMS, dan DVD. Termasuk di dalamnya adalah web, blog, online social network, online forum dan lain-lain yang menggunakan komputer sebagai medianya.
Menurut para ahli :
Menurut Everett M. Rogers (dalam Abrar, 2003:17-18) merangkumkan perkembangan media komunikasi ke dalam empat era. Pertama, era komunikasi tulisan, Kedua, era komunikasi cetak, Ketiga, era telekomunikasi, dan Keempat, era komunikasi interaktif. Media baru adalah media yang berkembang pada era komunikasi interaktif.
Menurut Ron Rice mendefinisikan media baru adalah media teknologi komunikasi yang melibatkan komputer di dalamnya (baik mainframe, PC maupun Notebook) yang memfasilitasi penggunanya untuk berinteraksi antar sesama pengguna ataupun dengan informasi yang diinginkan.
Sementara menurut McQuail, media baru adalah tempat dimana seluruh pesan komunikasi terdesentralisasi; distribusi pesan lewat satelite meningkatkan penggunaan jaringan kabel dan komputer, keterlibatan audiens dalam proses komunikasi yang semakin meningkat.

Pandangan terhadap new media
Pandangan terhadap new media dapat berpengaruh positif dan negatif. Berpengaruh positifnya info dari media sangat mudah dan sangat cepat,dapat di akses di mana pun serta mendapatkannya sangat lah murah. Pengaruh negative new media terhadat manusia adalah info dari media tersebut tanpa batas dan dapat masuknya budaya luar melalui media baru ini,jika tidak di dasarkan kepada ilmu pengetahuan maka akan menimbulkan hal-hal yang negative terhadap masyarakat.

Manfaat New Media
Bidang Sosial
Dalam bidang ini banyak menyita perhatian masyarakat misalnya saja berbagai macam jejaring sosial yang sekarang di minati masyarakat seperti facebook, twitter, skype, yahoo messenger, my space, hello dll. Dengan menggunakan jejaring sosial ini dengan mudah dapat menjalin komunikasid dengan semua user dibelahan dunia manapun.
Bidang Industri/Dagang
Dalam bidang ini memudahkan bagi siapa pun yang ingin menawarkan/mempromosikan produk tertentu sehingga tidak susah susah untuk membuka toko dan promosi langsung didepan konsumen, melalui new media pedagang dapat mempromosikan produk nya melalui membuka online shop, bisa melalui facebook, twitter atau kaskus.
Bidang Pendidikan
Dalam bidang ini sangat memudahkan bagi pelajar maupun pengajar dalam mendapatkan materi yang di inginkan. Bisa melalui search engine kita bisa mendapatkan segala informasi, atau dengan fasilitas E-book, fasilitas email juga bisa membantu dalan proses mengerjakan tugas atau saling tukar informasi.
Bidang Lowongan Kerja
Dalam bidang ini bagi yang ingin mencari pekerjaan cukup searching di internet lalu mendaftar secara online bahkan bisa mengikuti tes masuk secara online juga, tidak perlu lagi susah payah datang dari kantor ke kantor.

Komponen New Media
Pada new media ada beberapa komponen seperti Pembuat,penyalur dan pemakai juga media yang digunakan  agar dapat berhubungan dengan new media,diantaranya adalah sebagai berikut:
·                     Produsen merupakan orang yang menciptakan wadah atau sarana new media itu sendiri komponen ini berperan sebagai pencipta atau pembentuk new media.
·                     Distributoradalah sebuah perantara yang menghantarkan sarana media atau bisa disebut media yang berfungsi mengahantarkan pemakai untuk memakai sarana itu sendiri.
·                     Konsumenadalah orang yang berperan sebagai konsumen sebuah sarana media atau new media yang berfungsi untuk memakai new media.
1.                   Internet & Web
2.                  Personal Komputer (PC) / Notebook
3.                  DVDs (Digital Versatile Disc or Digital Video Disc)
4.                  VCDs (Compact Discs)
5.                  Portable Media Player.
6.                  Mobile Phone.
7.                  Video Game/ Game Computer.
8.                  Virtual Reality.

Aplikasi New Media
1.                   Jejaring Sosial
Contoh aplikasi new media dalam bidang jejaring sosial yaitu facebook, twitter, yahoo messenger, my space, skype dll. Aplikasi ini sangat mudah digunakan bagi masyarakat, fasilitas di jejaring sosial ini adalah bisa updates status, upload photo, video call dll. Kelebihan new media seperti ini adalah biaya murah, cepat dan mudah.
2.                  Online Shop
Produk produk sekarang dengan mudah bisa dipromosikan melalui online shop yang sudah sangat banyak tersebar didunia maya, masyarakat bisa membuat online shop melalui facebook, twitter, blog, website, ataupun kaskus yang bisa menarik perhatian konsumen secara cepat.
3.                  Informasi/Pendidikan
Untuk mencari segala informasi maupun berita yang terkini, dengan adanya new media yaitu biasa menggunakan aplikasi seperti wikipedia, google, televisi analog ataupun website website lain nya.
Beberapa contoh aplikasi didalam internet yang mengembangkan new media, yaitu :
Google, Altavista, Yahoo dan website sejenisnya yang merupakan aplikasi pencarian sejumlah kata yang terdapat didalam website untuk mencari berita.
CNN, BBC, Detik, Okezone dan berbagai website sejenisnya yang dibuat untuk memberikan berita secara cepat sebagai pengganti koran/majalah.
Youtube, seleb.tv, metacafe dan website sejenisnya yang menyediakan layanan membagikan video atau menampilkannya sebagai sarana hiburan dan berita secara audio visual.
Twitter, Facebook, Friendster dan website sejenisnya yang menyediakan layanan mini blog dan social network sebagai sarana komunikasi langsung yang sengaja dibagikan kepata publik.
BSE, e-dukasi.net, ilmukomputer,com yang menyediakan layanan pendidikan secara online berupa pembahasan-pembahasan materi pendidikan dan ada yang menyediakan buku elektronik (e-book).
Dan sebagainya.

Menganalisa dan Menjelaskan Fitur New Media
Sip, sekarang kita siap masuk dalam pembahasan hasil analisa terhadap beberapa contoh New Media yang sedang berkembang pesat saat ini..



FACEBOOK

Facebook (atau facebook) adalah sebuah layanan jejaring sosial dan situs web yang diluncurkan pada Februari 2004 yang dioperasikan dan dimiliki oleh Facebook, Inc. Pada Januari 2011, Facebook memiliki lebih dari 600 juta pengguna aktif. Facebook didirikan oleh Mark Zuckerberg bersama teman sekamarnya dan sesama mahasiswa ilmu komputerEduardo Saverin, Dustin Moskovitz dan Chris Hughes. Keanggotaan situs web ini awalnya terbatas untuk mahasiswa Harvard saja, kemudian diperluas ke perguruan lain di Boston, Ivy League, dan Universitas Stanford. Situs ini secara perlahan membuka diri kepada mahasiswa di universitas lain sebelum dibuka untuk siswa sekolah menengah atas, dan akhirnya untuk setiap orang yang berusia minimal 13 tahun.

Beberapa fitur-fitur Facebook :
Wall : adalah ruang di setiap halaman profil pengguna yang memungkinkan teman-teman mengirimkan pesan ke pengguna agar dibaca sekaligus menampilkan waktu dan tanggal pesan ditulis.
Status Update : Facebook memiliki fitur bernama “status update” (atau “status” saja) yang memungkinkan pengguna mengirimkan pesan ke semua teman mereka agar dapat dibaca.
Photo Tagging : yang membuat kita dapat mengetahui nama-nama dari orang-orang yang ada di sebuah foto. Selain itu, foto-foto yang memuat diri kita pun dikumpulkan jadi satu, sehingga mudah dicari.
Chat : pengguna facebook dapat berkomunikasi dengan pengguna lainnya melalui fitur chat. Apabila status seseorang “online” maka anda langsung dapat bercakap-cakap dengannya.
Games : ada banyak games yang terintegrasi dengan Facebook. Sebagian besar games tersebut memungkinkan kita dapat berinteraksi dengan teman-teman kita di Facebook di dalam games tersebut. Banyaknya games juga didukung oleh diperbolehkannya setiap orang untuk membuat aplikasi Facebook sendiri.
Notification : memberikan notifikasi kepada pengguna mengenai update-update terbaru yang berkaitan dengan akun facebook-nya.
Friend Request : seorang pengguna dapat meminta kepada pengguna lainnya untuk ditambahkan ke dalam daftar teman facebook-nya dengan mengirimkan friend request, dan hal tersebut dapat diterima maupun ditolak.

Kelebihan Facebook :
– Penggunaan facebook sangatlah mudah dibanding dengan yang lainnya. Tinggal klik dan selesai.
– Facebook merupakan situs jejaring sosial terbesar saat ini, sehingga pemakainya banyak.
– Upload gambar sangatlah mudah.
– Pemakaiannya gratis dan tanpa batasan.
– Facebook dapat digunakan untuk tempat bisnis, terlebih untuk sales yang akan mempromosikan produknya.
– Facebook dapat diakses di manapun anda berada, dan dapat melalui berbagai macam media seperti PC, laptop, netbook, dan handphone sekalipun.

Kekurangan Facebook :
– Facebook sangat terkenal sehingga banyak orang yang melakukan plagiat (nama samaran) biasanya mirip selebritis, jadi tidak tahu mana yang asli mana yang palsu.
– Facebook menjadi ajang penjualan diri. Maksudnya banyak pekerja seks komersial yang menawarkan dirinya melalui facebook.
– Lebih dari 60% pelajar di Indonesia adalah pengguna facebook dan 75% per harinya mereka akan membuka situs ini, sehingga mengganggu kegiatan belajar mereka.
– Facebook acap kali menjadi tempat lahirnya isu-isu sosial, diantaranya melakukan pelecehan melaui status, menghina lewat comment, dll.

Saya akan membahas lebih dalam tentang newmedia video chat seperti Omegle,Chatroulette,Skype yang kian marak dipergunakan diinternet khususnya Omegle dan Cliponyou , mungkin kebanyakan orang sudah tau akan kegunaan web tersebut tetapi akan lebih baik kita membahasnya agar tau kelebihan dan kekurangan web yang mengusung video chat tersebut ,pertama-tama kita akan membahas OMEGLE 


 OMEGLE
OMEGLE adalah situs obrolan online gratis yang memungkinkan pengguna untuk berkomunikasi dengan orang asing tanpa mendaftar. Situs ini dibuat oleh Leif K-Brooks dari Brattleboro, Vermont, dan diluncurkan pada tanggal 25 Maret 2009 Kurang dari sebulan setelah peluncurannya Maret 2009, Omegle mengumpulkan sekitar 150.000 tampilaan halaman hari, dan Maret 2009 situs memperkenalkan fitur konferensi video. Situs ini sekarang menyediakan aplikasi mobile yang memungkinkan pengguna chattingdengan orang asing dari perangkat mobile.
Kelebihan
o  Sangat menarik bagi pengguna karena mendapatkan pertemanan dengan sistem acak.
o  Selain chat menggunakan text sekarang omegle bisa digunakan dengan start a chat by video.
o  Omegle tidak membutuhkan pendaftaran atau pembuatan akun.
o  Mudah digunakan bagi para pengguna, karena saat mengakses situs omegle pengguna langsung di arahkan pada link “Start a chat” untuk memulai interaksi dengan pengguna lainnya.
Kekurangan
o  Kita tidak bisa mengetahui identitas lawan bicara kita.
o  Terkadang lawan bicara yang tidak welcome, tetapi banyak pula yang baik.
o  Banyak yang menyalahgunakan situs ini dengan teknologi video chatnya.
Menurut saya omegle itu situs chatting asing, karena saat membuka aplikasinya kita tidak usah mendaftar terlebih dahulu tetapi kita langsung diarahkan ke start chat dan kita juga tidak membuat userID ataupun foto profile terlebih dahulu untuk chatting dengan para stranger. Pada halaman chat hanya ada you dan stranger saja, dan kita juga tidak bisa mengetahui dengan siapa kita chatting? karena tidak ada identitas sama sekali. Apabila kita Tanya identitas stranger, kita bisa percaya ataupun tidak karena bisa saja stranger memalsukan identitasnya. Jadi, omegle lebih baik digunakan saat kita ingin meluapkan amarah ataupun kesedihan kita saja karena curhatan kita tidak mungkin tersebar dengan orang disekitar kita dan stranger tidak mengetahui identitas kita.

CLIPONYU


Seiring pesatnya perkembangan teknologi dan internet di Indonesia, media sosial dan komunitas online juga semakin populer di kalangan anak-anak muda. Hal itu mendorong lahirnya media-media hiburan yang menarik dan berbasis komunitas di Tanah Air. Salah satunya adalah CliponYu, sebuah situs web yang menampilkan aksi anak-anak muda Indonesia yang kreatif dan berbakat dalam seni.

CliponYu.com merupakan layanan live streaming show pertama di Indonesia, yang dikembangkan sebagai platform sosial dan hiburan, sekaligus sebagai komunitas anak-anak muda kreatif dan berbakat. Layanan ini mempertemukan para host (pembawa acara) berbakat dengan para pengunjung dan penggemar mereka.

Para pengunjung CliponYu dapat menyaksikan para host dalam menampilkan bakat serta keahliannya, seperti menyanyi, menari, dan memainkan alat musik. Mereka juga dapat mengakses fitur online chatting untuk berdiskusi dan bertukar cerita dengan host favorit mereka.




Minggu, 02 Oktober 2016

DEMOKRASI INDONESIA era GLOBALISASI

BAB I
PENDAHULUAN

1.1 Pengertian Demokrasi
Demokrasi adalah bentuk atau mekanisme sistem pemerintahan suatu negara sebagai upaya mewujudkan kedaulatan rakyat (kekuasaan warganegara) atas negara untuk dijalankan oleh pemerintah negara tersebut.
Salah satu pilar demokrasi adalah prinsip trias politica yang membagi ketiga kekuasaan politik negara (eksekutif, yudikatif dan legislatif) untuk diwujudkan dalam tiga jenis lembaga negara yang saling lepas (independen) dan berada dalam peringkat yang sejajar satu sama lain. Kesejajaran dan independensi ketiga jenis lembaga negara ini diperlukan agar ketiga lembaga negara ini bisa saling mengawasi dan saling mengontrol berdasarkan prinsip checks and balances.
Ketiga jenis lembaga-lembaga negara tersebut adalah lembaga-lembaga pemerintah yang memiliki kewenangan untuk mewujudkan dan melaksanakan kewenangan eksekutif, lembaga-lembaga pengadilan yang berwenang menyelenggarakan kekuasaan judikatif dan lembaga-lembaga perwakilan rakyat (DPR, untuk Indonesia) yang memiliki kewenangan menjalankan kekuasaan legislatif. Di bawah sistem ini, keputusan legislatif dibuat oleh masyarakat atau oleh wakil yang wajib bekerja dan bertindak sesuai aspirasi masyarakat yang diwakilinya (konstituen) dan yang memilihnya melalui proses pemilihan umum legislatif, selain sesuai hukum dan peraturan.
Selain pemilihan umum legislatif, banyak keputusan atau hasil-hasil penting, misalnya pemilihan presiden suatu negara, diperoleh melalui pemilihan umum. Pemilihan umum tidak wajib atau tidak mesti diikuti oleh seluruh warganegara, namun oleh sebagian warga yang berhak dan secara sukarela mengikuti pemilihan umum. Sebagai tambahan, tidak semua warga negara berhak untuk memilih (mempunyai hak pilih).
Kedaulatan rakyat yang dimaksud di sini bukan dalam arti hanya kedaulatan memilih presiden atau anggota-anggota parlemen secara langsung, tetapi dalam arti yang lebih luas. Suatu pemilihan presiden atau anggota-anggota parlemen secara langsung tidak menjamin negara tersebut sebagai negara demokrasi sebab kedaulatan rakyat memilih sendiri secara langsung presiden hanyalah sedikit dari sekian banyak kedaulatan rakyat. 
Walapun perannya dalam sistem demokrasi tidak besar, suatu pemilihan umum sering dijuluki pesta demokrasi. Ini adalah akibat cara berpikir lama dari sebagian masyarakat yang masih terlalu tinggi meletakkan tokoh idola, bukan sistem pemerintahan yang bagus, sebagai tokoh impian ratu adil. Padahal sebaik apa pun seorang pemimpin negara, masa hidupnya akan jauh lebih pendek daripada masa hidup suatu sistem yang sudah teruji mampu membangun negara. Banyak negara demokrasi hanya memberikan hak pilih kepada warga yang telah melewati umur tertentu, misalnya umur 18 tahun, dan yang tak memliki catatan kriminal (misal, narapidana atau bekas narapidana).

1.2 Sejarah dan Perkembangan Demokrasi
Isitilah “demokrasi” berasal dari Yunani Kuno yang diutarakan di Athena kuno pada abad ke-5 SM. Negara tersebut biasanya dianggap sebagai contoh awal dari sebuah sistem yang berhubungan dengan hukum demokrasi modern. Namun, arti dari istilah ini telah berubah sejalan dengan waktu, dan definisi modern telah berevolusi sejak abad ke-18, bersamaan dengan perkembangan sistem “demokrasi” di banyak negara.
Kata “demokrasi” berasal dari dua kata, yaitu demos yang berarti rakyat, dan kratos/cratein yang berarti pemerintahan, sehingga dapat diartikan sebagai pemerintahan rakyat, atau yang lebih kita kenal sebagai pemerintahan dari rakyat, oleh rakyat dan untuk rakyat. Konsep demokrasi menjadi sebuah kata kunci tersendiri dalam bidang ilmu politik. Hal ini menjadi wajar, sebab demokrasi saat ini disebut-sebut sebagai indikator perkembangan politik suatu negara.
Demokrasi menempati posisi vital dalam kaitannya pembagian kekuasaan dalam suatu negara (umumnya berdasarkan konsep dan prinsip trias politica) dengan kekuasaan negara yang diperoleh dari rakyat juga harus digunakan untuk kesejahteraan dan kemakmuran rakyat.
Prinsip semacam trias politica ini menjadi sangat penting untuk diperhitungkan ketika fakta-fakta sejarah mencatat kekuasaan pemerintah (eksekutif) yang begitu besar ternyata tidak mampu untuk membentuk masyarakat yang adil dan beradab, bahkan kekuasaan absolut pemerintah seringkali menimbulkan pelanggaran terhadap hak-hak asasi manusia.
Demikian pula kekuasaan berlebihan di lembaga negara yang lain, misalnya kekuasaan berlebihan dari lembaga legislatif menentukan sendiri anggaran untuk gaji dan tunjangan anggota-anggotanya tanpa mempedulikan aspirasi rakyat, tidak akan membawa kebaikan untuk rakyat.
Intinya, setiap lembaga negara bukan saja harus akuntabel (accountable), tetapi harus ada mekanisme formal yang mewujudkan akuntabilitas dari setiap lembaga negara dan mekanisme ini mampu secara operasional (bukan hanya secara teori) membatasi kekuasaan lembaga negara tersebut.


BAB II
PEMBAHASAN

2.1 Pengertian Globalisasi
Kata ‘globalisasi’ diambil dari kata global. Kata ini melibatkan kesadaran baru bahwa dunia adalah sebuah kontinitas lingkungan yang terkonstruksi sebagai kesatuan utuh. Marshall McLuhans menyebut dunia yang diliputi kesadaran globalisasi in global village (desa buana). Dunia menjadi sangat transparan, sehingga seolah tanpa batas administrasi suatu Negara. Batas batas geografis suatau Negara menjadi kabur. Globalisasi membuat dunia menjadi transparan akibat perkembangan pesat ilmu pengetahuan dan teknologi serta adanya sistem informasi satelit.
Arus globalisasi lambat laun semakin meningkat dan menyentuh hampir setiap aspek kehidupan sehari-hari. Globalisasi memunculkan gaya hidup kosmopolitan yang ditandai oleh berbagai kemudahan hubungan dan terbukanya aneka ragam informasi yang memungkinkan individu dalam masyarakat mengikuti gaya-gaya hidup baru yang disenangi (Muctarom, 2005).
Istilah globalisasi yang dipopulerkan Theodore Lavitte pada 1985 ini tela menjadi slogan magis di dalam setiap topik pembahasan. Substansi gobalisasi adalah ideologi yang menggambarkan proses interaksi yang sangat luas dalam berbagai bidang: ekonomi, politik, sosial, teknologi dan budaya.
Globalisasi juga merupakan istilah yang digunakan untuk menggambarkan proses multilapis dan multidimensi dalam realitas kehidupan yang sebagian besar dikonstruksi Barat, khususnya oleh kapitalisme dengan nilai-nilai dan pelaksanaannya. Didalam dunia global, bidang-bidang di atas terjalin secara luas, erat, dan dengan proses yang cepat. Hubungan ini ditandai dengan karakteristik hubungan antara penduduk bumi yang melampaui batas-batas konvensional, seperti bangsa dan Negara. Keadaan demikian ini menunjukkan bahwa relasi antara kekuatan bangsa-bangsa di dunia akan mewarnai berbagai hal, yaitu sosial, hukum, ekonomi, dan agama.
Fredman (1999) mengartikulasikan globalisasi sebagai sebuah interelasi yang sedemikian eratnya antara Negara, pasar dan teknologi. Kondisi ini memungkinkan baik perorangan, perusahaan, maupun Negara untuk lebih mudah menjangkau ke seluruh penjuru dunia, lebih cepat, lebih dalam, lebih luas dan tentu saja lebih murah daripada sebelumnya. Globalisasi ditandai dengan disatukannya dunia dengan teknologi internet (world-wide-web), meningkatnya fluktuasi perdagangan internasional sampai ke derajat yang luar biasa; digantinya sistem, mekanisme hingga budaya yang lama, yang tidak efisien dengan yang baru, yang lebih produktif, lebih efisien, dan seluruh teman maupun lawan dikonversi menjadi kompetitor.
Hemmer (2002) memformuasikan globalisasi sebagai pembagian proses produksi ke berbagai lokasi yang berjauhan, yang memacu pesatnya perdagangan barang, PMA, dan integrasi antarpasar modal dunia, maupun semakin disesuaikannya struktur permintaan dan konsumsi nasional/lokal terhadap produk-produk internasional. Singkatnya, globalisasi adaah terjadinya internasionalisasi aktivitas ekonomi secara ekstrem.
Globalisasi yang mengemuka dewasa ini merupakan hasil dari sistem dan proses pembangunan dunia internasional yang bertumpu kepada strategi “satu memantapkan semua” yang dijalankan kaum kapitalis dalam masyarakat internasional yang demikian heterogen. 
Strategi itu sendiri merupakan respons terhadap tantangan cultural dan intelektual masyarakat internasional dewasa ini. Konsep yang mulanya dirumuskan sebagai Konsensus Washington (Chomsky, 2001), akhirnya dipopulerkan dengan terminology globalisasi. Ia tampil sebagain sebuah terminology baru, dalam bahasa mantan Menteri Luar Negeri Amerika Serikat, James Baker, disebut “sebuah tatanan ekonomi liberal global, sebuah tatanan dunia kapitalis”.
Globalisasi yang mengemuka dewasa ini merupakan hasil dari system dan proses pembangunan dunia internasional yang bertumpu kepada strategi “satu memantapkan semua” yang dijalankan kaum kapitalis dalam masyarakat internasional yang demikian heterogen. 
Globalisasi bukan hanya, atau bahkan terutama, tentang saling ketergantungan ekonomi, tetapi tentang transformasi waktu dan ruang dalam kehidupan kita. Peristiwa di tempat yang jauh, entah yang berkaitan dengan ekonomi atau tidak, memengaruhi kita secara lebih langsung dan segera daripada yang pernah terjadi sebelumnya. Sebaliknya, keputusan yang kita ambil sebagai individu-individu seringkali memiliki implikasi global. Kebiasan makan masing-masing individu, misalnya mempengaruhi para produsen makann, yang mungkin hidup di sisi lain dunia ini.
Revolusi komunikasi dan penyebaran teknologi informasi sangat erat kaitannya dengan proses-proses globalisasi. Ini bahkan juga berlaku dalam area ekonomi. Pasar uang yang bergerak dua puluh empat jam bergantung pada gabungan teknologi satelit dan computer yang juga memengaruhi banyak aspek kemasyarakatan lainnya. Dunia dengan komunikasi elektronik yang seketika, dimana bahkan yang berada wilayah termiskin pun terlibat, mengguncang institusi-institusi lokal dan pola kehidupan sehari-hari. Dampak televisi saja sudah demikian besar. 
Sebagian besar komentator setuju, misanya, bahwa peristiwa-peristiwa tahun 1989 di Eropa Timur tak akan terungkap sedemikian rupa jika tak ada televisi. Begitulah, globalisasi menjadi kekuatan yang terus meningkat, dan dapat menimbulkan aksi dan reaksi dalam kehidupan. Globalisasi melahirkan dunia yang terbuka untuk saling berhubungan, terutama dengan ditopang teknologi informasi yang sedemikian canggih.
Topangan teknologi informasi ini pada gilirannya dapat mengubah segi-segi kehidupan, baikkehidupan material maupun kehidupan spiritual. Perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi ini di satu sisi memberikan kemudahan hidup bagi umat manusia, tetapi di sisi lain dapat menimbulkan berbagai perubahan, diantaranya pergeresan nilai. Soejatmiko menyebutkan tiga faktor utama yang mendorong terjadinya perubahan, yaitu perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi, faktor kependudukan dan ekologi (lingkungan hidup). Penguasaan ilmu pengetahuan dan teknologi menjadi kunci perubahan. Dalam konteks ini, Negara-negara Barat yang berbahasa Inggris, menurut John Naisbitt dan Patricia Aburdence, akan mendominasi gaya hidup global.

2.2 Wujud Globalisasi di Ranah Ekonomi
Pembahasan mengenai globalisasi kembali mengemuka pada bulan November 2002 di Majalah Criminal Politic Magazine terbitan Amerika dibawah rubric Globalology (al-Khatib, 2000). Majalah tersebut mempublikasikan sebuah artikel berjudul “The Carrol Quigley-Clinton Connection” (Hubungan Presiden Clinton dengan Profesor Carrol Quigley). Carrol Quigley adalah dosen Clinton di Universitas Geogetown, yang mengasuh beberapa mata kuliah mengenai ekonomi strategis pada salah satu program pascasarjana universitas tersebut.
Tulisan itu menyebutkan, Carrol Quigley pernah mengijinkan Clinton mengutip kebijakan-kebijakan yang bersifat rahasia dan meminta Clinton mempelajarinya dan turut serta mempersiapkan kajian-kajian yang dapat menguntungkan Pemerintah Amerika. 
Clinton terus melakukan kajian dan persiapan-persiapan selama kurun waktu 20 tahun. Akhirnya, ia berhasil menelorkan ide-ide ekonomi yang berhubungan dengan Tata Dunia Baru. Dia telah meletakkan asas-asas kajian dan penelitiannya yang dibuktikan dengan pernyataan “tidaklah mudah menciptakan tata aturan dunia yang didasarkan pada dominasi perekonomian internasional sebagai satu kesatuan”.
Ide-ide ekonomi tersebut muncul ke permukaan pada awal dasawarsa 900-an. Ide tersebut mengintroduksi strategi ekonomi dalam skala luas untuk melemahkan sosialisme secara total dan menggantikannya dengan kapitalisme, termasuk ide globalisasi ekonomi pasar, dan perdagangan bebas sebagai ide-ide yang diklaimaktual dan paling relevan di era millennium.
Tokoh yang menjadi perintis globalisasi ini adalah Presiden Clinton, mengingat istilah ini muncul bersamaan dengan awal pemerintahannya. Strategi ekonomi global ini dilakukan dengan melancarkan tenakan agar dihilangkannya hambatan-hambatan, pajak-pajak, bea-bea masuk dan ketentuan-ketentuan mengenai proteksi serta monopoli perekonomian Negara.
Globalisasi ekonomi merupakan pengintegrasian ekonomi nasional bangsa-bangsa ke dalam sebuah sistem ekonomi global. Segenap aspek perekonomian, pasokan dan permintaan, bahan mentah, informasi dan transportasi, tenaga kerja, keuangan, distribusi, serta kegiatan-kegiatan pemasaran meyatu atau terintegrasi dan terjalin dalam huungan saling ketergantungan yang berskala dunia. Perjanjan internasional di Marakesh, Maroko, April 1994 yang menghasilkan kesepakatan internasional yang disebut General Agreement on Tariff and Trade (GATT) menjadi tonggak awal dimulainya era globalisasi di bidang ekonomi. Substansi kesepakatan GATT menunjukkan, setiap warga Negara yang mengikatkan diri dalam perjanjian tersebut harus patuh pada aturan internasional yang mengatur perilaku perdagangan antar pemerintah dalam era perdagangan bebas. 
Sebagai tindak lanjut, pada 1995 dibentuk sebuah organiasasi pengawasan dan control perdagangan global yang dikenal dengan World Trade Organization (WTO). Kemudian disusul oleh pembentukan blok-blok ekonomi, di Asia dibentuk Asean Free Trade Area (AFTA), di Asia Pasifik dibentuk Asia Pasific Economic Cooperation (APEC) dan di kawasan Eropa dibentuk Single European Market (SEM) dan di Negara-negara Atlantik Utara dibentuk North America Free Trade Area (NAFTA).
Perdagangan global tersebut dilandasi motivasi utama untuk memaksimalkan keuntungan (uang) dan kekuasaan. Globalisasi yang menghendaki perdagangan bebas menuntut seluruh perekonomian diserahkan pada mekanisme pasar. Mekanisme pasarlah yang akan menetukan apakah sebuah produk dari sebuah Negara dapat bersaing atau tidak. Pola ekonomi global inilah yang kemudian memunculkan “neoliberalisme”. Pasar akan dikuasai oleh komoditas-komoditas dari Negara maju yang akan memarginalkan Negara-negara miskin.
Sebagai akibatnya adalah munculnya kesenjangan ekonomi yang akut. Ini berarti globalisasi ekonomi tidak menjamin keadilan sosial dan kesejahteraan masyarakat lemah dan miskin, baik dalam skala internasional maupun nasional.
Fenomena menunjukkan bahwa proses integrasi sistem ekonomi nasional ke dalam ekonomi global terus berlangsung dengan penerapan format ekonomi liberal ke dalam struktur perekonomian dunia. Sistem yang berlaku menunjukkan eksport untuk setiap Negara ditujukan untuk pasar dunia, selain untuk pasar regional. Sistem ini mengharuskan dihapuskannya batasan dan hambatan yang menghalangi arus masuk dan keluarnya modal, barang dan jasa dari suatu Negara. Dengan demikian, pasar dan perekonomian dunia itu bukan perekonomian yang tertutup dan terproteksi, melainkan perekonomian terbuka, yang disebut dengan pasar terbuka, pasar bebas.
Pasar tidak pernah memikirkan mengenai aspek sosial atau agenda penghapusan kemiskinan. Pasar adalah mengenai bagaimana menghasilkan interaksi-interaksi penawaran dan pemerintahan, yang pada akhirnya didominasi “pemain besar” yang bertujuan mencari laba yang membutuhkan gagasan-gagasan besar yang sempurna. Bukti paling jelas adalah liberalisasi sektor keuangan yang diperjuangkan World Bank dan IMF sejak tahun 1980-an, yang kini menjadi sebab utama krisis ekonomi, pelarian modal keluar, beban utang yang meningkat tajam, dan volatilitas keuangan yang tidak berkesudahan yang membangkrutkan bangsa-bangsa Negara berkembang dan miskin hanya dalam hitungan jam dan hari.
Globalisasi adalah pasar yang mengglobal, atau kapitalisme global. Pasar bukanlah konsep netral, tetapi nama lain dari kapitalisme. Kalau dulu bernama kapitalisme internasional, sekarang berubah nama menjadi kapitalisme global, karena secara kauntitatif telah membesar secara luar biasa. Kalau dulu sekitar tahun 1980-an, transaksi keuangan dunia hanya sekitar 300 juta dollar sehari, sekarang di tahun 1990-an meningkat tajam menjadi 1 trilliun dollar sehari. Kalau dulu transaksi memerlukan waktu berhari-hari, sekarang cukup dalam hitungan per detik, maka milliaran dollar bisa berpindah dari satu tempat ke tempat lain, berkat electronic mail. Jadi, arti kata global mengandung arti lingkupnya yang kompak, terintegrasi dan menyatu, menggantikan ekonomi nasional dan regional.
Pasar dengan sendirinya berlawanan dengan agenda penghapusan kemiskinan yang hendak dilakukan oleh siapa pun (Setiawan, 2006), baik pemerintah nasional, badan-badan PBB, organisasi-organisasi non-pemerintah, organisasi-organisasi charity, badan-badan keagamaan, dan lain-lain. Upaya penghapusan kemiskinan akan mirip “menabur garam di laut”, selama globalisasididefinisikan seperti sekarang ini, yaitu globalisasi versi neoliberal. Globalisasi seperti ini mengandung dua ciri utama, yaitu:
- Multilateralisme, yaitu kekuasaan badan-badan antarpemerintah yang telah menjadi kepanjangan tangan ekspansi global kapitalisme, yaitu tiga bersaudara (triumvirat) Bank Dunia-IMF-WTO. Lembaga-lembaga Bretton Woods semula dimaksudkan untuk menstabilkan perekonomian setelah Perang Dunia II guna membangun kesejahteraan Negara-negara anggotanya. Paham dasarnya adalah Keynesian. Akan tetapi semenjak 1980-an, bersamaan dengan dominannya paham neoliberal, multilateralisme telah bertukan paham ikut memeluk neoliberalisme. Dan bersamaan dengan kapitalisme global, multilateralisme telah menempatkan dirinya menjadi supra-negara. 
Operasi badan-badan ini telah melabrak kedaulatan nasional Negara, mengintervensi kebijakan domestic, dan memfasilitasi masuknya TNC untuk menguasai ekonomi suatu Negara bersangkutan. Multilateralisme juga berarti koherensi atau kerjasama erat di antara Bank Dunia-IMF-WTO dalam operasi-operasinya, khususnya dengan menggunakan cross-conditionalities (prasyarat bersilang) kepada Negara-negara Dunia Ketiga. Akan tetapi perlu diingat bahwa di balik badan-badan ini dikuasai sepenuhnya oleh kepentingan Negara-negara maju, khususnya hegemoni Amerika Serikat dan Negara-negara G-7 (Amerika Serikat, Kanada, Inggris, Prancis, Jerman, Jepang, Italia).
- Transnasionalisasi, yaitu menguatnya monopoli dan konsentrasi modal serta kekuasaan ekonomi kepada korporasi-korporasi besar dunia. Semua mekanisme kapitalisme global berujung pada keuntungan di pihak TNC (Transnational Corporation). Globalisme dan multilateralisme adalah sistem dan mekanisme guna menempatkan TNC pada kedudukan utama. 
Ini memudahkan TNC melakukan ekspansi ke berbagai Negara dengan mendapat berbagai kemudahan, seperti tarif bea masuk yang rendah atau malahan nol persen; kemudahan invetasi lewat penanaman modal asing 100%; penguasaan dan monopoli HAKI sehingga teknologi terus menerus dikuasai mereka; kemudahan untuk menguasai dan memonopoli berbagai sektor usaha di berbagai Negara, bahkan yang bersifat barang publik(public goods). Hal ini semua yang diatur oleh WTO, IMF, dan Bank Dunia. Semua kemudahan tersebut dan penghapusan atas berbagai hambatan usaha di suatu Negara akan semakin memperbesar TNC dan membuatnya sebagai penguasa dunia yang sebenarnya.
Bentuk nyata Globalisasi adalah privatisasi. Privatisasi atau swastanisasi secara umum berarti pengalihan BUMN kepada perusahaan swasta. Akan tetapi kini arti privatisasi lebih luas dari sekedar penjualan asset publik lewat lelang publik atau penjualan langsung, yaitu termasuk juga berbagai cara lain, seperti pemberian sub-kontrak dan konsesi dari jasa pemerintah, perjanjian lisensi, kontrak manajemen, perjanjian penyewaan usaha, peralatan atau asset, perjanjian usaha patungan (joint-venture¬), secara skema (Build-Operate-Transfer).
Privatisasi baru berkembang pesar dalam 15 tahun terakhir ini, khususnya setelah Bank Dunia menjalankan program penyesuaian struktural (Structural adjustment) dan setelah IMF menjalankan program poverty reduction and growth facility (PRGF) di tahun 1980-an. Kedua lembaga ini menekankan kepada liberalisasi perdagangan, pengurangan devisit anggaran, dan memperbaiki kemampuan pemerintah dalam membayar utang-utangnya. Dari sinilah privatisasi dijadikan sebagai pilihan strategi global; dan sejak itu dijalankan oleh berbagai Negara berkembang, khususnya yang menderita ketidakseimbangan ekonomi makro dan terlilit utang.
IMF secara instrumental menerapkannya melalui Letter of Intent, sementara Bank Dunia menyediakan pinjaman khusus untuk proyek-proyek privatisasi lewat asistensi teknis dan finansial. Privatisasi dalam keyataannya bukan sekedar mengatasi masalah fiskal, tetapi adalah komponen utama dari sebuah paradigma governance baru, yang disebut neoliberal; yaitu tuntutan akan efisiensi dan efektivitas pemerintahan yang saat ini dianggap berada di bawah standard an mengalami tekanan anggaran. Privatisasi adalah paradigm korporatis, berorientasi ke pasar, mencari keuntungan, dan meminimalkan peran Negara daam perekonomian. Dalam praktikya, privatisasi adalah penjualan asset-aset pemerintah secara murah kepada pihak swasta, bahkan asset yang termasuk hajat hidup publik, seperti air, jalan raya dan lain-lain.

2.3 Wujud Globalisasi di Ranah Politik
Kehidupan politik mencakup bermacam-macam kegiatan berkaitan dengan perilaku politik individu maupun kelompok kepentingan. Seorang individu atau kelompok dapat disebut berpolitik manakala mereka berpartisipasi dalam kehidupan politik dan aktivitas mereka berhubungan dengan pelaksanaan kebijaksanaan untuk suatu masyarakat. Globalisasi ekonomi dan budaya yang diprakarsai Negara-negara Barat merupakan bagian dari kebijakan sistem Barat yang melibatkan suatu masyarakat, turut serta melaksanakan kebijaksanaan politik Barat. Kebijakan politik tidak hanya menyangkut hubungan politik maupun ekonomi, melainkan juga demokratisasi, lingkungan hidup dan hak asasi manusia.
Kelompok-kelompok Negara yang bekerja sama dalam bidang ekonomi seperti AFTA, APEC, SEM maupun NAFTA, pada hakikatnya tidak lepas dari kebijakan politik. Dunia Barat yang memegang kebijaksanaan ekonomi global itulah yang melontarkan isu demokratisasi. Demokrasi tidak sekedar menjamin hak politik dan tegaknya rule of law. Demokrasi juga harus mencakup bidang ekonomi dengan penguasaan kekuatan-kekuatan ekonomi dan upaya memperkecil perbedaan sosial dan ekonomi, terutama perbedaan-perbedaan yang timbul dari distribusi kekayaan yang tidak merata. Isu demokrasi dalam hal ini mencakup masalah-masalah: upah minimum, pensiun, pendidikan umum, asuransi, mengurangi pengangguran, dan sebagianya.
Globalisasi politik juga melibatkan isu lingkungan hidup (environment) yang meliputi seluruh bentuk lingkungan yang terdiri dari:
- Lingkungan mati atau lingkungan fisik (physical environment).
- Lingkungan biologis (biological environment)
- Lingkungan manusia dan lingkungan sosial-budaya (social and cultural environment)
Dalam Bab I Pasal I Ayat UU Nomor 4 Tahun 1982 tentang Ketentuan-Ketentuan Pokok Pengelolaan Lingkungan Hidup disebutkan: lingkungan hidup adalah kesatuan ruang dengan semua benda, daya, keadaan dan makhluk hidup, termasuk di dalamnya manusia dan perilakunya, yang memengaruhi kelangsungan perilaku kehidupan dan kesejahteraan manusia serta makhluk hidup lainnya.
Manusia menempati posisi terpenting dalam lingkungan hidup ini untuk melindungi lingkungan dari kerusakan dan kemerosotan mutu serta untuk menjamin kelestariannya. Lingkungan hidup harus mendapat perhatian dan penanganan secara terpadu, baik dalam pemanfaatan, penataan, pemeliharaan, pengawasan, pengendalian, pemulihan maupun pengembangannya.


BAB III
KESIMPULAN

Dari pengalaman masa lalu bangsa kita, kelihatan bahwa demokrasi belum membudaya. Kita memang telah menganut demokrsai dan bahkan telah di praktekan baik dalam keluarga, masyarakat, maupun dalam kehidupan bebangsa dan bernegara. Akan tetapi, kita belum membudanyakannya.
Membudaya berarti telah menjadi kebiasaan yang mendarah daging. Mengatakan “Demokrasi telah menjadi budaya” berarti penghayatan nilai-nilai demokrasi telah menjadi kebiasaan yang mendarah daging di antara warga negara. Dengan kata lain, demokrasi telah menjadi bagian yang tidak dapat dipisah-pisahkan dari kehidupanya. Seluruh kehidupanya diwarnai oleh nilai-nilai demokrasi.
Namun, itu belum terjadi. Di media massa kita sering mendengar betapa sering warga negara, bahkan pemerintah itu sendiri, melanggar nilai-nilai demokrasi. Orang-orang kurang menghargai kebabasan orang lain, kurang menghargai perbedaan, supremasi hukum kurang ditegakan, kesamaan kurang di praktekan, partisipasi warga negara atau orang perorang baik dalam kehidupan sehari-hari maupun dalam kehidupan pilitik belum maksimal, musyawarah kurang dipakai sebagai cara untuk merencanakan suatu program atau mengatasi suatu masalah bersama, dan seterusnya. Bahkan dalam keluarga dan masyarakat kita sendiri, nilai-nilai demokrasi itu kurang di praktekan
Globalisasi merupakan istilah yang digunakan untuk menggambarkan proses multilapis dan multidimensi dalam realitas kehidupan yang sebagian besar dikonstruksi Barat, khususnya oleh kapitalisme dengan nilai-nilai dan pelaksanaannya. Didalam dunia global, bidang-bidang di atas terjalin secara luas, erat, dan dengan proses yang cepat. Arus globalisasi lambat laun semakin meningkat dan menyentuh hampir setiap aspek kehidupan sehari-hari.
Globalisasi ekonomi merupakan pengintegrasian ekonomi nasional bangsa-bangsa ke dalam sebuah sistem ekonomi global. Globalisasi yang menghendaki perdagangan bebas menuntut seluruh perekonomian diserahkan pada mekanisme pasar. Globalisasi adalah pasar yang mengglobal, atau kapitalisme global.
Fenomena cukup menarik ditunjukkan bahwa globalisasi politik berimplikasi pada model hubungan internasinal, secara spesifik dengan globalisasi tiga dunia (kapitalis, sosialis maupun Dunia Ketiga) dapat bersatu. Kebijakan politik tidak hanya menyangkut hubungan politik maupun ekonomi, melainkan juga demokratisasi, lingkungan hidup dan hak asasi manusia.


DAFTAR PUSTAKA

- Hendra Nurtjahto, S.H., M.Hum. 2006 ”Filsafat Demokrasi”. Jakarta: PT Bumi Aksara.
- “http://id.wikipedia.org/wiki/Demokrasi“
- Wijianti, S.Pd. dan Aminah Y., Siti, S.Pd. 2005 “Kewarganegaraan (Citizenship)”. Jakarta: Piranti Darma Kalokatama.
- “http://www.coop-indonesia.com/Globalisasi”(Adi Sasono)”.

Blogroll

Labels